Jumat, 18 Juni 2010


PANITIA PENGARAH

MAJELIS TAHKIM KE 39 SYARIKAT ISLAM

TAHUN 2010 - DI WISMA AL MAHDIYIN,

CIARO KAB. BANDUNG, JAWA BARAT

PENJELASAN SEKITAR

MAJELIS TAHKIM KE 39

SYARIKAT ISLAM

I. PELAKSANAAN MAJELIS TAHKIM (KONGRES) KE 39 SYARIKAT ISLAM DI CIARO KAB. BANDUNG JAWA BARAT PADA TANGGAL 23-25 APRIL 2010 ADALAH SAH MENURUT AD/ART SYARIKAT ISLAM

A. Dasar Hukum Penyelenggaraan Majelis Tahkim

  1. Majelis Tahkim (Kongres Nasional) Syarikat Islam dilaksanakan oleh Dewan Pusat, Lajnah Tanfidziyah dan Majelis Syar’I (AD Syarikat Islam Pasal 14 Ayat 2). Oleh karena itu semua keputusan terkait dengan Majelis Tahkim harus merupakan keputusan Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat yang terdiri dari Dewan Pusat, Lajnah Tanfidziyah dan Majelis Syar’i.

2. Bahwa Majelis Tahkim dalam memeriksa peserta yang sah sesuai dengan AD/ART Syarikat Islam telah dilakukan oleh Panitia Mandat yang dipimpin oleh Bendahara Lajnah Tanfidziyah dan Sekretaris Dewan Pusat (ART Pasal 45 ayat 2)

3. Peserta Majelis Tahkim

Sesuai ketentuan ART Syarikat Islam Pasal 40 sebagai berikut :

1. Seluruh anggota Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam;

2. Wakil-wakil dari masing-masing Dewan Pimpinan Wilayah yang disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam yang banyaknya ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Wakil-wakil tersebut dipilih dan ditetapkan dari anggota Dewan Pimpinan Wilayah oleh Rapat Pleno Dewan Pimpinan Wilayah dengan membawa mandat yang ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris Pimpinan Wilayah;

3. Para wufud dari Cabang-Cabang Syarikat Islam yang telah disahkan oleh Pimpinan Pusat Syarikat Islam dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Memiliki surat undangan asli untuk menghadiri Majelis Tahkim;

b. Memiliki mandat yang ditetapkan dan diputuskan oleh Rapat Pleno Dewan Pimpinan Cabang yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Cabang serta yang bersangkutan;

c. Wufud/pemegang mandat telah memenuhi kewajiban keuangan yang ditetapkan organisasi berupa iuran/kontribusi perorangan sebagai peserta Tahkim dan dana Tahkim Cabang (kelembagaan) terkait;

d. Menunjukan Surat Keputusan pengesahan pengurus Cabang yang masih berlaku.

B. Proses Pengambilan Keputusan Penyelenggaraan Majelis Tahkim

1. Bahwa Majelis Tahkim (Kongres) ke 39 Syarikat Islam yang diselenggarakan oleh DPP Syarikat Islam (Dewan Pusat, Lajnah Tanfidziyah dan Majelis Syar’i) di Wisma Al Mahdiyin, Ciaro, Kab.Bandung Jawa Barat, yang dihadiri oleh cabang cabang organisasi Syarikat Islam seluruh Indonesia yang sah dan memenuhi persyaratan sesuai dengan AD/ART telah selesai dengan sukses sesuai aturan organisasi Syarikat Islam dibawah pengawalan Polda Kepolisian RI Jawa Barat. Majelis Tahkim telah menyepakati dan telah memilih formatur untuk menyusun kepengurusan DPP Syarikat Islam masa bakti 2010-2015, dan formatur telah menyelesaikan tugasnya selama sebulan sebagaima diamanatkan oleh sidang terakhir Majelis Tahkim. Keputusan Formatur tersebut sebagaimana terlampir.

2. Proses menyelenggarakan Majelis Tahkim ke 39 Syarikat Islam, secara remi dimulai pada Rapat Pleno DPP Syarikat Islam yang dilaksanaan di Garut tgl. 8 Nopember 2009 dimana hadir a.l. Ketua dan Sekretaris Majelis Syar’i (KH.Suhaili dan KH.Sofwan Kosasih), Ketua dan Sekretaris Dewan Pusat (KH.Fathul Adhim dan Drs.Ivan Prasetia), Ketua Umum dan Sekjen Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (Dr. Amrullah Ahmad, S.Fil dan Drs.Djauhari Syamsuddin).

3. Pada rapat pleno DPP Syarikat Islam yang pertama itu Sdr. KH.Fathul Adhim sebagai Ketua Dewan Pusat menyampaikan pikiran dan pendapatnya bahwa untuk membesarkan Sayarikat Islam supaya dilaksanakan Majelis Tahkim yang diperluas dengan mengikut sertakan semua pihak atau kelompok kelompok kaum Syarikat Islam yang ada diluar struktur organisasi. Diikut sertakan sebagai peserta Majelis Tahkim dengan status sama dengan wufud resmi (mempunyai hak bicara dan hak suara) dan dalam kepanitiaan baik SC maupun OC agar diikut sertakan mereka yang aktif dalam kelompok kelompok diluar struktur resmi organisasi Syarikat Islam dengan tidak harus berpedoman pada AD/ART Syarikat Islam karena itu buatan manusia yang bisa dilanggar.

4. Pemikiran KH Fathul Adzim tersebut sebagai peserta rapat pleno, karena tidak mempunyai dasar dan tidak sesuai dengan ketentuan organisasi, ditolak oleh peserta rapat pleno yang membahas pelaksanaan Majelis Tahkim. Sebagai Ketua Dewan Pusat semestinya sdr KH.Fathul Adhim mengawal pelaksanaan Konstitusi bukan justeru mengajak melanggar atau meninggalkan Konstitusi (AD/ART SI). Selanjutnya, setelah mendapat bantahan keras peserta rapat, Sdr. Fathul Adzim tidak mempersoalkan lagi gagasan dan usulan yang diajukannya tersebut.

5. Selanjutnya sidang pleno DPP Syarikat Islam memutuskan untuk menyelenggarakan Majelis Tahkim Syarikat Islam ke 39 di Palembang pada bulan 24-26 Januari 2010 sesuai dengan aturan AD/ART. Segala persiapan menyangkut kepanitiaan ditetapkan dan mengirim pemberitahuan dan undangan keseluruh jajaran organisasi di Indonesia yang berhak menghadiri Majelis Tahkim tersebut.

6. Akan tetapi dalam realisasinya Majelis Tahkim yang direncanakan di Palembang itu tidak dapat diselenggarakan karena dukungan dana yang tidak dapat dipenuhi. Oleh karenanya diselenggarakan Rapat Pleno DPP Syarikat Islam pada tanggal 5 Januari 2010 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Dewan Pusat, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Lajnah Tanfidziyah serta Wakil Ketua dan Sekretaris Majelis Syar’i di Jakarta telah menetapkan penuindaan waktu pelaksanaan Majelis Tahkim menjadi tanggal 23-25 April 2010 dan tempat masih dikaji ulang.

7. Kemudian diselenggarakan Rapat Pleno DPP Syarikat Islam kembali pada tanggal 11 Januari 2010 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Dewan Pusat, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Lajnah Tanfidziyah serta Ketua dan Sekretaris Majelis Syar’i di Jakarta Keputusannya adalah menetapkan pelaksanaan Majelis Tahkim akan diselenggarakan di Jawa Barat dan mencabut rencana tem[pat pelaksanaan Majelis Tahkim di Palembang, Sumatera Selatan.

8. Pada tanggal 16 Januari 2010 diselenggarakan Rapat Pleno DPP Syarikat Islam 2010 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Dewan Pusat, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Lajnah Tanfidziyah serta Ketua dan Sekretaris Majelis Syar’i di Bandung dengan mengundang DPW Syarikat Islam Jawa Barat dan DPC Syarikat Islam Kabupaten Bandung. Rapat Pleno menetapkan lokasi penyelenggaraan MT SI ke 39 adalah di Kabupaten Bandung yang teknis pemilihannya akan diserahkan kepada Panitia Pengarah Majelis Tahkim dengan melakukan koordinasi dengan DPP Syarikat Islam, DPW Jawa Barat dan DPC Syarikat Islam Kabupaten Bandung.

9. Pada tanggal 21 Januari 2010 diselenggarakan Rapat Pleno DPP Syarikat Islam bersama Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana yang tidak dihadiri oleh Sdr. Ketua Dewan dengan alasan ada pengajian di Banten. Rapat mendengarkan laporan Panitia Pengarah terkait dengan pemilihan tempat pelaksanaan Majelis Tahkim ke 39. Rapat Pleno kemudian mengukuhkan Panitai Pelaksana dan menetapkan tempat pelaksanaan Majelis Tahkim ke 39 di Wisma al-Mahdiyyin, Ciaro, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

10. Kemudian karena Ketua Dewan (sdr. Fathul Adzim) diluar keputusan Rapat Pleno DPP SI melakukan kegiatan-kegiatan yang menolak penyelenggaraan Majelis Tahkim ke 39 di Bandung dengan kelompok-kelompok kecil di luar struktur organisasi Syarikat Islam, maka dilakukan upaya-upaya dari DPP Syarikat Islam dan DPW Jawa Barat untuk mengajak sdr. Ketua Dewan Pusat agar tetap menyelesaikan perbedaan pendapat di dalam Rapat Pleno DPP Syarikat Islam. Kemudian dalam pertemuan tanggal 9 April 2010 antara utusan DPP Syarikat Islam dan utusan DPW Jawa Barat dengan sdr Fathul Adzim; sdr Fathul Adzim (Ketua Dewan Pusat) mengusulkan tempat Rapat di Cibatu, Garut, Jawa Barat pada tanggal 11 April 2010 jam 14.00 WIB. Ketika peserta Rapat Pleno DPP Syarikiat Islam sudah hadir termasuk Sekretaris Dewan Pusat, ternyata Ketua Dewan Pusat mendadak membatalkan kehadirannya. Akhirnya Rapat Pleno menilai tindakan Ketua Dewan Pusat sebagai pengingkaran kesepakan dan janji hendak menyelesaikan perbedaan dalam Rapat Pleno tersebut.

11. Majelis Tahkim sesuai dengan AD Syarikat Islam Pasal 29 dipimpin oleh Dewan Pusat Syarikat Islam sampai Dewan Pimpinan Pusat dinyatakan demisioner. Majelis Tahkim ke 39 telah dipimpin oleh Dewan Pusat yang terdiri dari Wakil Ketua Dewan Pusat (DR.Dr. H. Rofiq Anwar) dan Sekretaris Dewan Pusat (Drs. Tb. Ivan Prasetia). Sedangkan sdr. Ketua Dewan tidak hadir setelah sebelumnya melalui utusan dari DPW Jawa Barat menyatakan akan menghadirinya.

II. USAHA MENGACAUKAN DAN MEMECAH BELAH ORGANISASI SYARIKAT ISLAM OLEH SDR. FATHUL ADZIM DENGAN MENYELENGGARAKAN MAJELIS TAHKIM LUAR BIASA SYARIKAT ISLAM TANGGAL 18 – 21 JUNI 2010 DI JAKARTA

1. Ketika beberapa hari sebelum diselenggarakan Majelis Tahkim Syarikat Islam, diketahui ada usaha Sdr. Fathul Adhim menggalang usaha diluar struktur organisasi Syarikat Islam untuk menunda pelaksanaan Majelis Tahkim yang tiggal beberapa hari lagi untuk dilaksanakan. Mengetahui hal tersebut, beberapa utusan pengurus DPP Syarikat Islam dan dan Panitia Pelaksana serta Pengurus Syarikat Islam Jawa Barat secara perorangan berusaha berbicara kepada Sdr. Fathul Adhim agar tidak meneruskan niatnya, karena hal tersebut hanya atas kehendak pikiran dirinya sendiri selaku Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam tanpa rapat Dewan Pusat (DP) apalagi diluar rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarikat Islam. Padahal yang bisa menunda pelaksanaan Majelis Tahkim adalah Dewan Pimpinan Pusat melalui keputusan Rapat Pleno. Sedangkan Dewan Pusat hanya salah satu unsur Dewan Pimpinan Pusat dan tindakan Ketua Dewan Pusat-pun hanya keputusan perorangan tanpa Rapat Pleno Dewan Pusat. Akibatnya semua surat yang diterbitkan oleh Dewan Pusat hanya ditandatangani oleh Ketua Dewan Sendirian

2. Pada tanggal 20 April Sdr.Fathul Adhim mengeluarkan Undangan Penyelenggaraan Majelis Tahkim Luar Biasa ke XXXIX Kongres Syarikat Islam yang ditanda tangani seorang diri sebagai Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam. Hal ini jelas merupakan tindakan inkonstitusional karena dilakukan diluar rapar rapat Dewan Pusat, apalagi untuk menyelenggarakan Majelis Tahkim harus melalui rapat Dewan Pimpinan Pusat yang dihadiri oleh Dewan Pusat, Lajnah Tanfidziyah dan Majelis Syar’i. Padahal pada rapat-rapat DPP Syarikat Islam sdr. Ketua Dewan Pusat ikut memutuskan penyelenggaraan Majelis Tahkim Syarikat Islam.

3. Disamping itu Sdr.Fathul Adhim juga mengeluarkan sebuah MAKLUMAT tanpa tanggal dengan Nomor: 115/KD-SI/XXXVIII/V-2010 yang juga ditanda tangani seorang diri selaku Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, yang pada garis besar isinya adalah:

a. Menyatakan Majelis Tahkim yang dilaksanakan di Wisma al Mahdiyin Ciaro Kab.Bandung tidak sah karena Masa Bakti kepengurusan DPP SI telah berakhir 24 Desember 2009.(Penjelasan : penundaan Majelis Tahkim adalah keputusan Rapat Pleno DPP SI yang dihadiri Ketua Dewan Pusat)

b. Tidak pernah menandatangi surat peersetujuan pelaksanaan Majelis Tahkim Syarikat Islam ke XXXIX yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung dan tanda tangan yang dikeluarkan adalah hasil scanning, bukan tanda tangan asli Ketua Dewan Pusat.(Penjelasan : Keputusan tempat Majelis Tahkim di Kabupaten Bandung adalah hasil Rapat Pleno DPP SI yang dihadiri Ketua Dewan Pusat sedangkan scanning tandatangan adalah merupakan keputusan Rapat Pleno DPP Syarikat Islam tanggal 11 Januari 2010 bahwa untuk memudahkan penyelesaian proses surat maka hal-hal yang sudah diputuskan dalam Rapat Pleno DPP SI penandatangannya sepakat dengan scan mengingat Ketua Dewan Pusat tinggal di Serang, Banten, Ketua Majelis Syar’I tinggal di Garut dan Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah tinggal di Depok.)

c. Wufud atau peserta Majelis Tahlim yang ditetapkan Sdr.Fathul Adhim adalah utusan Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Islam berdasarkan formulir yang dikirim dan ditanda tangani Dewan Pusat Syarikat Islam (Sdr.Fathul Adhim) tanpa memperhatikan Surat Keputusan Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah yang sah dan masih berlaku.(Penjelasan : dalam menetapkan wufud bertolak belakang dengan AD/ART SI karena itu melanggar secara mut;lak konstitusi organisasi)

4. Selain dari pada itu Sdr. Fathul Adhim juga telah mengeluarkan surat Keputusan yang ditanda tangani seorang diri selaku Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, mengenai Penetapan Panitia Pelaksana Majelis Tahkim ke 39 / Kongres Nasional Kaum Syarikat Islam periode 2010-2015 dan Memperingati 105 Tahun berdirinya Syarikat Islam, bertanggal 8 April 2010 dengan Nomor: 01/KD-SI XXXVIII/IV-2010.

Dalam Surat Keputusan Pembentukan Panitian Majelis Tahkim yang ditanda tangani seorang diri oleh Sdr. Fathul Adhim tersebut, dimana seluruh Panitia adalah mereka yang posisinya diluar struktur organisasi Syarikat Islam yang sah dan legal. (Penjelasan : keputusan Dewan Pusat harus merupakan hasil Rapat Pleno Dewan Pusat dan dalam hal ini sdr Ketua Dewan Pusat selama 5 tahun tidak pernah mengadakan Rapat Harian atau Pleno Dewan Pusat)

5. Pelaksanaan Majelis Tahkim ke 39 Syarikat Islam tersebut, telah membahas dan menerima pertanggung jawaban Pengurus DPP Syarikat Islam yang lama, dan pengurus DPP Syarikat Islam yang lama (2004-2009) didemisionerkan secara sah dan benar dalam sidang Majelis Tahkim. Kemudian sidang sidang lanjutan membahas berbagai program dan masalah, dan diakhiri dengan sidang pleno pemilihan pengurus DPP Syarikat Islam yang baru 2010-2015 yang telah menghasilkan formatur yang ditujuk dan diamanati untuk menyusun pengurus DPP Syarikat Islam 2010-2015 dengan susunan terlampir.

6. Dengan telah demisionernya DPP Syarikat Islam pada Majelis Tahkim ke 30 di Ciaro Bandung, secara otomatis Sdr. Fathul Adhim tidak lagi menyandang kedudukan Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam yang hendak menyelenggarakan Majelis Tahkim Luar Biasa Syarikat Islam yang ditencanakannya tanggal 18 – 21 Juni 2010. Dan jika sekiranya hal itu terjadi pastilah akan mendatangkan kegaduhan dan kekacauan dalam tubuh organisasi Syarikat Islam seluruh Indonesia.

7. Dengan berakhirnya Majelis Tahkim ke 39 Syarikat Islam yang diselenggarakan di Ciaro, Kab.Bandung pada tanggal 25 April 2010 dimana tidak satu orangpun peserta yang hadir menyatakan Majelis Tahkim tidak sah atau cacat hukum, maka keabsahan itu berlaku secara mutlak dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat seluruh kaum Syarikat Islam yang mengakui keberadaan organisasi Syarikat Islam.

8. Dengan demikian jika Sdr. Fathul Adhin Chatib masih mengaku dirinya sebagai Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam yang hendak menggelar Majelis Tahkim Syarikat Islam Luar Biasa, maka hal itu merupakan usaha dan tindakan makar dan membuat kekacauan dalam organisassi Syarikat Islam.

9. Sehubungan dengan adanya informasi Majelis Tahkim Luar Biasa itu akan dibuka oleh Presiden RI Bapak DR. Susilo Bambang Yudoyono, atau Wakil Presiden RI Bapak Prof. DR.Budiono dan menghadirkan para pejabat tinggi Negara seperti Menteri Agama, Menteri Sosial dan tokok tokoh terhormat lainnya, maka kami telah meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak memberi izin dan mencegah penyelenggaraan Majelis Tahkim Luar Biasa Syarikat Islam tersebut, agar tidak terjadi keributan antara kaum Syarikat Islam yang telah selesai dengan sukses dan aman dibawah kawalan Polri menyelenggarakan Majelis Tahkim (Kongres) ke 39 Syarikat Islam dengan pihak pihak diluar struktur organisasi Syarikat Islam yang liar dan bertujuan makar, mengacaukan dan memecah belah organisasi Syarikat Islam.

10. Menghimbau kepada Presiden RI dan Wakil Presiden RI dan Menteri Agama RI agar tidak mengindahkan permohonan untuk menghadiri dan membuka apa yang dinamakan Majelis Tahkim Luar Biasa Syarikat Islam, yang akan dilaksanakan pada 18-21 Juni 2010, di Jakarta, karena Majelis Tahkim Luar Biasa yang dimaksud adalah inkonstitusional dan dapat menggangu keamanan.

11. Menghimbau kepada Seluruh kaum Syarikat Islam agar tidak terpancing dengan hasutan dan gerakan gerakan yang ingin memecah belah organisasi Syarikat Islam. Dan senantiasalah istiqomah dan tawakkal serta mohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT semoga organisasi Syarikat Islam terhidar dari usaha orang orang yang mendatangkan bencana.

12. Menghimbau kepada para aktivis ormas ormas Islam dan kaum muslimin untuk tidak mudah menerima dan memberi penilaian atas suatu pemberitaan tentang Syarikat Islam dari sumber sumber yang tidak bisa dipertanggung jawabkan agar tidak termasuk golongan orang orang yang menyesal karena beranggapan dan berprasangka salah kepada orang yang benar. Tabayun adalah jalan lurus menuju kebenaran.

Demikian laporan dan himbauan ini dibuat, dengan harapan dapat kiranya semua pihak terkait memahami, mempertimbangkan dan mengambil langkah langkah yang proposional demi terpeliharanya ketertiban dan keamanan serta keharmonisan dalam kehidupan organisasi kemasyarakatan sebagai pilar pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Billahi fi sabilil haq.

Jakarta, 28 Jumadir Akhir 1431 H

11 Juni 2010 M

PANITIA PENGARAH

MAJELIS TAHKIM KE 39

SYARIKAT ISLAM

DI WISMA AL MAHDIYYIN, CIARO, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT.

ttd ttd

DR. H.AMRULLAH AHMAD,S.FIL

DRS.DJAUHARI SYAMSUDDIN

Ketua

Sekretaris

Tidak ada komentar: