Sabtu, 26 September 2009

VISI, MISI dan FORMAT POLITIK ISLAM (2.Landasan)

MENUJU KESATUAN
VISI, MISI DAN FORMAT POLITIK ISLAM
oleh: Djauhari Syamsuddin

2. LANDASAN
Landasan dalam menetapkan kesatuan Visi dan Misi Politik dan Kemasyarakatan Ummat Islam Indonesia adalah dari keyakinan bahwa Islam itu adalah Dienullah. Ia adalah suatu ketentuan hukum tentang hidup dan kehidupan serta peraturan dasar pergaulan hidup bersama yang benar dan lengkap yang ditetapkan Allah Swt agar manusia dapat memperoleh kesejahteraan didunia dan keselamatan diakhirat. Dalam ketentuannya, Islam mendatangkan kebenaran dan keadilan, membebaskan manusia dari kedhaliman, memerdekakan ummat dari segala bentuk penjajahan, perbudakan dan perhambaan, serta menjauhkan dari kebodohan dan kemiskinan, membangun hidup dan kehidupan baru, dan membawa manusia ketingkat derajat taqwa yang tinggi dan sempurna.

2.1. Al Qur'an kitab wahyu terakhir
Pokok yang terutama daripada Agama Islam ialah Al Qur'an. Inilah kita Kitab Suci (kitab wahyu) yang penghabisan, yang isinya diwahyuhkan oleh ALLAH yang Maha Kuasa. Ia diturunkan pada ketika di dunia tidak ada lagi Kitab Suci yang tetap didalam kesuciaannya yang semula. Turunnya Wahyu Ilahi yang pertama-tama kepada Nabi Muhammad Saw, Salallahu'alaihi wasallam, adalah di dalam gua Gunung Hira pada bulan Ramadhan, tahun Masehi 609.
Bahwa Kitab-kitab Suci yang lainnya itu ada setengahnya yang sudah lenyap sama sekali, ada yang lain-lainnya sudah menjadi kotor lantaran dari perubahan-perubahan bikinan manusia.
Inilah sebabnya maka diantara orang-orang pemeluk agama-agama yang lainnya sudah timbul rupa-rupa firqah (secte), yang satu sama lain bukan saja berselisih tentang cabang-cabang agama (furu'), tetapi berselisih juga tentang pokok kepercayaan agamanya. Firqah-firqah yang serupa itu tidak ada didalam dunia Islam.
Meskipun dalam dunia Islam ada perselisihan tentang perkara-perkara furu', namun sekalian kaum Muslimin yang beratus juta orang banyaknya tersebar di seluruh muka bumi itu semuanya berpegang kepada 'aqidah yang serupa saja yaitu LA ILAHA ILLALLAHU MUHAMMAD AR RASULULLAH
Tidak ada agama lain di dunia melainkan Islam sajalah yang bisa menunjukkan, bahwa Kitab sucinya (Qur'an) yang sampai kepada pemeluk-pemeluknya hingga pada dewasa ini, tetaplah Kitab sucinya itu didalam kesuciannya yang semula. Apabila ALLAH Ta'ala telah berkenan menyatakan kemauanNya kepada manusia dengan perantaraan rupa-rupa Nabi yang lebih dahulu sebelum Nabi Muhammad SAW dan apabila nyata bahwa Kitab-kitab suci yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang duluan itu, ada setengahnya yang sudah lenyap sama sekali dan setengahnya pula menjadi rusak lantaran dari perubahan-perubahan bikinan manusia, maka sudah tentulah ada sesuatu lagi yang diturunkan ALLAH Ta'ala buat mengganti Kitab-kitab suci yang sudah lenyap dan sudah menjadi rusak itu. Asas yang demikian ini dibuktikan benarnya oleh segenap alam yang menjadi lenyap atau musnah. Maka timbullah sesuatu yang lainnya yang semacam itu. Kebenaran ini dinyatakan di dalam Qur'an Suci dengan perkataan-perkataan yang termaktub di dalam Surat Al Baqarah (II), ayat ke 106, yang artinya ["Tanda (ayat) yang manapun juga yang Kami jadikan tidak berguna (hapuskan) ataupun Kami sebabkan menjadi terlupa, adalah Kami timbulkan satu (tanda) yang lebih baik daripada itu ataupun yang sama dengan itu. Apakah kamu tidak tahu, bahwa ALLAH berkuasa atas segala apa saja"].

2.2. Kesucian Al Qur’an yang terpelihara
Baik lawan maupun kawan Islam, semuanya mengakui bahwa Qur'an Suci yang ada hingga pada dewasa ini, dalam segala halnya masih tetap serupa saja dengan Qur'an Suci sebagai adanya ketika mula-mula diwahyukan oleh ALLAH.
Firman Allah dalam surat Al Hajj (022:067)
Bagi tiap-tiap umat (periode umat) telah Kami tetapkan syari`at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu (Muhammad) dalam urusan (syari`at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Al Hajj:022:067).

Kemudian surat Al Mu’minum(023:052
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu (sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok syari’at) dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku (Al Mu’minun: 023:052).

Kemudian ditegaskan jaminan pemeliharaan AlQur’an itu dalam surat Al An’aam (006:115)
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an) dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al An’aam:115).

2.3. Kandungan Al Qur’an yang melandasi
Bahwa kitab Al Qur’an tidak ada mengandung keraguan didalamnya, dan merupakan petujuk bagi mereka yang bertaqwa (Al Baqarah:002:002)
Dan Allah telah memerintahkan kepada orang orang yang beriman, agar “bertaqwalah kepada Nya dengan sebenar benarnya taqwa; dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (Ali ‘Imran : 003: 102):

Kemudian perintah dan larangan Allah dalam Q.S. Asy syuura (042:013:
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: tegakkanlah agama (din) dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.”

Kemudian dalam surat Ali ‘Imran (003:103):
“Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya” (Ali ‘Irmran:003:103);

Lalu surat Ali ‘Imran (003:104 )
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” :

Kemudian dalam surat Ali ‘Imran (003:105):
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan yang berat” :

Kemudian dalam surat Al An’am (006:159:
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) terhadap mereka”.

Kemudian dalam surat Al Anfal (008:046):
Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfal: 008 : 046)

Kemudian dalam surat Al Anfal (008:073):
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (Al Anfal:008:73).

Kemudian surat Al A’raf (007:096)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkab perbuatannya ”(Al A’raf :007:096)

Mengingat dan memperhatikan serta menghayati akan hakikat Islam dan firman Allah dalam ayat-ayat Al Qur’an sebagaimana tersebut diatas, maka menjadi kewajiban bagi ummat Islam Indonesia sebagai bagian dari ummat Islam sedunia untuk bersatu dalam satu visi, misi dan format politik serta kemasyarakatan, tidak bercerai berai dan membangun kerja sama diatas Landasan kesatuan ‘aqidah, ilmu yang tinggi dan siyasahh Islamiyah, untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 145.

Tidak ada komentar: